Alkisah hiduplah sebuah keluarga yang hidup bahagia. Mereka memiliki seorang putri cantik bernama Bawang Putih.
Namun pada suatu hari, ibu Bawang Putih jatuh sakit dan akhirnya meninggal.
bawang putih:"ayah mengapa ibu pergi meninggalkan kita begitu cepat?"
ayah:"ini memang sudah takdirnya nak"
Setelah kejadian itu, Bawang Putih hidup dengan ayahnya. Keesokan harinya datanglah seorang janda kerumah membawa makan.
ibu:"bawang putih ini ada makanan sedikit buat ayah dan kamu"
bawang putih:"makasih buu"
ibu:"iyaa sama², yasudah ibu pulang dulu ya"
ayah:"oh ya, salam buat bawang merah yaa"
ibu:"iya mas"
pada akhirnya ayah Bawang Putih meminta ijin untuk menikah lagi dengan ibu bawang merah.
ayah:"bawang putih jika ayah menikah lagi dengan ibu bawang merah apakah kau setuju atau tidak"
bawang putih:"aku setuju yahh, soalnya ibu bawang merah begitu baik dengan kita"
Namun ternyata kebaikan itu hanya lah sesaat. Mereka bersikap baik pada Bawang Putih hanya saat ketika ayahnya ada bersamanya. ketika ayahnya pergi berdagang, mereka menyuruh Bawang Putih mengerjakan segala pekerjaan rumah seperti seorang pembantu.
Ibu :“ Putih kamu harus mengepel,cuci piring, dan semua pekerjaan rumah harus kamu selesaikan
Bawang Putih:"Baiklah, Ibu!”
Bawang Merah : “ Putih kamu harus membersihkan kamarku yang berantakan"
Bawang Putih : “Iya…..ya kak”
Suatu hari ayah Bawang Putih jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia
Ayah : “Bawang Putih sepertinya ayah sudah Tidak kuat lagi karena penyakit ayah yang hampir menyebar ke seluruh tubuh ayah”
Bawang Putih :” Ayah Putih mohon ayah jangan tinggalkan putih yahh"
Ayah : “ Nak jika kalau ayah pergi jaga diri baik² ya nak"
ibu:" mas jangan tinggalkan kita semua"
bawang putih pun semakin diperlakukan semena-mena oleh saudara tirinya dan ibu tirinya.
Sampai pada suatu pagi ketika Bawang Putih mencuci di sungai, tanpa disadari salah satu selendang kesayangan Bawang Merah hanyut.
Bawang Putih :"kak kakak maafkan Putih slendang kesayangan kakak hanyut disungai"
Bawang Merah: "APA..... gimana sih kamu bisa²nya sampai hanyut tidak becus. Aku Tidak mau tahu, pokoknya kamu harus mencari slendang itu dan jangan Berani pulang ke rumah kalau kamu belum . mengerti?
ibu:" dengar itu sana cepat cari slendang itu sekarang juga!! jangan pulang sebelum slendang itu ketemu
bawang putih:" ba baiikk ibuu"
Akhirnya, Bawang Putih menyusuri sungai untuk mencari selendang itu. Hingga larut malam, selendang itu belum juga dia temukan.
Ketika tengah menyusuri sungai, Bawang Putih melihat sebuah gubuk.Ternyata gubuk itu dihuni oleh seorang nenek sebatang kara.
bawang putih:"permisi!! permisi!! apakah ada orang di dalam?"
nenek tua:" siapa kamu nak?"
bawang putih:"nama saya bawang putih nek, saya sedang mencari slendang kakak saya yg hanyut disungai"
nenek tua:"silahkan masuk dulu nak"
nenek tua:"owh ternyata slendang itu milikmu nak,nenek menyimpannya"
nenek tua:" nenek akan mengembalikan tapi dengan 1 syarat"
nenek tua:" kamu harus menemani nenek seminggu disini nak
bawang putih:"baiklah nek saya setuju"
bawang putih:"asalkan nenek mau memberikan slendang itu kepadaku"
nenek tua:" baiklah nak"
Waktu seminggu pun berlalu dan kini waktunya Bawang Putih untuk pulang. Rupanya selama tinggal bersama nenek, Bawang Putih sangat rajin. Lalu, nenek itu memberikan selendang yang dulu dia temukan dan memberi hadiah pada Bawang Putih. Dia disuruh memilih diantara dua buah labu untuk dia bawa. Awalnya Bawang Putih ingin menolak.
Namun karena ingin menghormati pemberian, Bawang Putih akhirnya memilih labu yang kecil dengan alasan takut tak kuat membawanya. Nenek itu hanya tersenyum mendengar alasan itu. Setelah itu, Bawang Putih pun segera pulang dan menyerahkan selendang itu pada Bawang Merah.
bawang putih:" kak kakak ini slendangmu yg hilangg"
bawang merah:" hmm baiklahh taruh saja distu"
bawang putih:" baik kakak"
ibu:" tunggu dari mana kau dapat labu itu?"
bawang putih:" dari nenek tua yg menemukan slendang ini buu"
ibu:" ohh, sini berikan labu itu kepada ibu!"
bawang putih pun memberikan labu itu kepada ibu bawang merah. namun saat ibu memotong labu tersebut ibu dan bawang merah pun sangat terkejut. Dengan isi yg di dalam labu tersebut.
bawang merah:" wahh,, banyak sekali emasnya buu"
ibu:" betul sekali nakk"
ibu:" bagaimana kalau kamu menghanyutkan slendangmu lagi dan kamu mencari nenek tua itu nak"
bawang merah:" wahh ide yg bagus buu"
keesokan harinya Bawang Merah pun menghanyutkan bajunya ke sungai, Setelah itu dia sampai di rumah nenek.
Bawang Merah :"Nek Nenek tau Tidak baju yang hanyut tadi!!
Nenek :"Tau, tapi kamu harus tinggal sebentar di sini selama seminggu
Bawang Merah : "Baiklah!"
Selama seminggu itu Bawang Merah selalu bermalas-malasan, kalau bekerja pun pasti hasilnya Tidak bagus karena bekerja dengan asal-asalan. Akhirnya setelah seminggu nenek membolehkan bawang merah pulang.
Bawang Merah : "Tidak seharusnya nenek memberiku labu sebagai hadiah karena membantumu selama seminggu
Nenek "Ya, sudah silahkan kamu memilih salah satu dari labu ini!"
Bawang Merah mengambil yang besar, langsung pergi Sesampainya di rumah Bawang Merah segera menemukan ibunya dan dengan gembira mengasih labu yang dibawanya. Karena takut bawang putih minta bagian, mereka menyuruh bawang putih untuk pergi ke sungai
Ibu:" Bawang Putih sana pergi ke sungai cuci baju-baju yang kotor"
bawang putih: "Baiklah, Bu!"
Setelah Bawang Purih pergi mereka membelah labu tersebut, tapi ternyata yang keluar bukan emas kecuali binatang berbisa seperti ular. Binatang itu langsung menyerang Bawang Merah dan Ibunya hingga kalah
Ibu :" aaa...aa......!"
bawang merah :" aaa...aa......iii buu tolongg merahh"
Pesan moral yang bisa diambil dari drama ini bahwa orang yang berbuat jahat dan serakah akan mendapatkan ganjaran yang setimpal. Namun, setiap perbuatan yang baik akan mendapatkan hasil yang baik juga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar